Semalam, setelah sekian lama tidur tidak terganggu dengan mimpi yang tidak menyenangkan, aku bermimpi yang buruk. Agak menakutkan. Apa yang ku alami seakan-akan benar. Seingatku aku dah membaca doa sebelum melelapkan mata. Mungkin tidak sepenuh hati agaknya, maka sang syaitan datang mengganggu.
Tersentak dari tidur jam 3 pagi, payah pula ingin lena kembali. Termangu sendirian buat beberapa ketika. Ingin mengejutkan suami, kelihatannya dia nyenyak benar. Lantas aku membuka lampu bilik, terang benderang hingga ke pagi. : ) Bila dah cerah, barulah aku mampu memejam mata. Mujur dapat tidur yang cukup, kerana pagi tadi, aku harus ikut serta dalam lawatan anjuran sekolahku ke Bukit Cerakah yang pastinya menuntut energy yang lebih.
Emm, ada sedikit info tentang hal mimpi ini. Sama-sama kita kongsikan..
VIVAnews - Sebagian besar orang dewasa pernah mengalami
mimpi buruk setidaknya satu kali dalam sebulan. Mimpi buruk ini terkadang membuat seseorang terbangun tiba-tiba, merasa pusing, lelah, dan tidur pun menjadi kurang berkualitas.
Penyebab mimpi buruk antara lain, konsumsi obat-obatan, gen yang tidak sempurna, penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer, dan peristiwa traumatis. Mimpi buruk juga mendera orang yang mengalami stres saat siang hari. Pada malam hari, emosi yang timbul karena stres siang hari, muncul dalam bentuk mimpi buruk.
Lalu, beberapa orang, terutama yang berkepribadian terbuka dan sensitif, mungkin memiliki batas tipis antara mimpi dan kenyataan. Sehingga, kejadian buruk saat siang hari bisa hadir saat malam hari dalam bentuk mimpi buruk.
"Mimpi buruk adalah mimpi yang bersifat disfungsional," kata Rosalind Cartwright, kepala pelayanan gangguan tidur dit Rush-Presbyterian - St. Luke's Medical Center, AS, seperti dikutip dari Best Health Mag.
Ketika anda berusaha menenangkan perasaaan dan meredakan emosi negatif, otak pun memprosesnya. Emosi negatif yang berlebihan diproses, dan justru muncul saat anda tidur melalui mimpi buruk. Jika anda pernah berada dalam kecelakaan mobil yang buruk misalnya, anda mungkin tidak dapat segera mengatasi rasa trauma dan emosi negatif yang muncul. Mimpi buruk pun akan mudah muncul.
Seperti Cartwright tulis dalam bukunya 'Crisis Dreaming', ia mengungkap kalau mimpi buruk adalah tangisan dalam bentuk lain. Terkadang mimpi buruk bisa membantu seseorang mencari resolusi untuk mengatasi masalah dan trauma yang dihadapinya. Tetapi, jika mimpi buruk dan tak kunjung hilang selama berhari-hari ada baiknya, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
p/s: orang tua-tua kata tidur tak basuh kaki tak elok! : ) fakta atau mitos?